Penanggulangan Penyalahgunaan NAPZA


“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.”

(QS. Al-Maa’idah:90)

كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ، وَ كُلُّ خَمْرٍ حَرَامٌ

“Setiap zat, bahan, atau minuman yang memabukkan adalah khamar,

dan setiap khamar adalah haram.” (HR. Abdullah Ibnu Umar ra)

A. Narkoba

Narkoba atau Napza adalah obat/bahan/zat, yang bukan tergolong makanan. Jika diminum, diisap, dihirup, ditelan atau disuntikan, berpengaruh terutama pada kerja otak (susunan saraf pusat), dan sering menyebabkan ketergantungan. Akibatnya, kerja otak berubah (meningkat dan menurun). Demikian pula fungsi vital organ tubuh lain (jantung, peredaran darah, pernafasan, dll).

Narkoba (narkotika, psikotropika, dan obat terlarang) adalah istilah penegak hukum dan masyarakat. Narkoba disebut berbahaya, karena tidak aman digunakan manusia. Oleh karena itu, penggunaan, pembuatan dan peredarannya diatur dalam undang-undang.

Napza (narkotika, psikotropika, zat aditif lain) adalah istilah dalam dunia kedokteran. Disini penekanannya pada pengaruh ketergantungannya. Oleh karena itu, selain narkotika dan psikotropika, yang termasuk napza adalah juga obat, bahan atau zat, yang tidak diatur dalam undang-undang, tetapi menimbulkan ketergantungan dan sering disalahgunakan.

Dahulu beberapa jenis narkoba alami, seperti opium (getah tanaman candu), kokain dan ganja, digunakan sebagai obat. Akan tetapi, sekarang tidak digunakan lagi dalam pengobatan Karena berpotensi menyebabkan ketergantungan yang tinggi.

Sebagian jenis narkoba dapat digunakan pada pengobatan, tetapi karena menimbulkan ketergantungan, penggunaannya sangat terbatas sehingga harus berhati-hati dan harus mengikuti petunjuk dokter atau aturan pakai. Contoh, morfin (yang berasal dari opium mentah), petidin (opioda sintetik), untuk menghilangkan rasa sakit pada penyakit kanker, amfetamin untuk mengurangi nafsu makan, serta berbagai jenis pil tidur dan obat penenang. Kodein, yang merupakan bahan alami yang terdapat pada candu, secara luas digunakan pada pengobatan sebagai obat batuk.

Obat adalah bahan atau zat, baik sintetis, semi sintetis atau alami, yang berkhasiat untuk menyembuhkan. Akan tetapi, penggunaannya harus mengikuti aturan pakai, jika tidak, dapat berbahaya dan berubah menjadi racun. Racun adalah bahan atau zat, bukan makanan atau minuman, yang berbahaya bagi manusia. Contoh racun adalah obat anti serangga atau hama.

B. Penggolongan Narkoba

Penggolongan jenis-jenis narkoba berikut didasarkan pada peraturan undang-undang yang berlaku :

1. Narkotika, yaitu zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, menghilangkan atau mengurangi rasa nyeri. Menurut UU No. 22 Tahun 1997, narkotika dibagi menurut potensi yang menyebabkan ketergantungannya adalah sebagai berikut :

a. Narkotika golongan I: berpotensi sangat tinggi menyebabkan ketergantungan. Tidak digunakan untuk terapi (Pengobatan). Contoh: heroin, kokain, dan ganja. Putaw adalah Heroin tidak murni berupa bubuk.

b. Narkotika golongan II: berpotensi tinggi menyebabkan ketergantungan. Digunakan pada terapi sebagai pilihan terakhir. Contoh: morfin, petidin, dan metadon.

c. Narkotika golongan III: berpotensi ringan menyebabkan ketergantungan dan banyak digunakan dalam terapi. Contoh: kodein.

2. Psikotropika yaitu zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat dan menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku, yang dibagi menurut potensi yang dapat menyebabkan ketergan-tungan :

a. Psikotropika Golongan I, amat kuat menyebabkan ketergantungan dan tidak digunakan dalam terapi. Contoh: MDMA (ekstasi), LSD dan STP.

b. Psikotropika Golongan II, kuat menyebabkan ketergantungan, digunakan amat terbatas pada terapi. Contoh: amfetamin, metamfetamin (sabu), fensiklidin, dan Ritalin.

c. Psikotropika golongan III, potensi sedang menyebabkan ketergantungan banyak digunakan dalam terapi. Contoh: pentobarbital dan flunitrazepam.

d. Psikotropika golongan IV: potensi ringan menyebabkan ketergantungan dan sangat luas digunakan dalam terapi. Contoh: diazepam, klobazam, fenobarbital, barbital, klorazepam, klordiazepoxide, dan nitrazepam (nipam, pil BK/Koplo, DUM, MG, Lexo, Rohyp, de-el-el)

3. Zat Psiko-Aktif Lain, yaitu zat/bahan lain bukan narkotika dan psikotropika yang berpengaruh pada kerja otak. Yang sering disalahgunakan adalah :

a. Alkohol, yang terdapat pada berbagai jenis minuman keras

b. Inhalansia/solven, yaitu gas atau zat yang mudah menguap yang terdapat pada berbagai keperluan pabrik, kantor dan rumah tangga.

c. Nikotin yang terdapat pada tembakau

d. Kafein pada kopi, minuman penambah energi dan obat sakit kepala tertentu.

Penggolongan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lain menurut Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) di bawah ini didasarkan atas pengaruhnya terhadap tubuh manusia :

a. Opioida: mengurangi rasa nyeri dan menyebabkan mengantuk atau turunnya kesadaran. Contoh: opium, morfin, heroin, dan petidin.

b. Ganja (mariyuana, hasis): menyebabkan perasaan riang, meningkatkan daya khayal, dan berubahnya perasaan waktu.

c. Kokain dan daun koka, tergolong stimulansia (meningkatkan aktivitas otak/fungsi organ tubuh lain)

d. Golongan amfetamin (stimulansia): amfetamin, ekstasi, sabu (metemfetamin).

e. Alkhohol, yang terdapat pada minuman keras.

f. Halusinogen, memberikan halusinasi (khayal). Contoh : LSD.

g. Sedativa dan hipnotika (obat penenang/obat tidur, seperti pil BK/koplo, MG)

h. PCP (fensiklidin)

i. Solven dan inhalansi : gas atau uap yang di hirup. Contoh: tiner dan lem

j. Nikotin, terdapat pada tembakau (termasuk stimulansia)

k. Kafein (stimulansia), terdapat dalam kopi, berbagai jenis obat penghilang rasa sakit atau nyeri, dan minuman kola.

C. Cara Kerja Narkoba dan Pengaruhnya Pada Otak

Narkoba berpengaruh pada bagian otak yang bertanggung jawab atas kehidupan perasaan, yang disebut sistem limbus. Hipotalamus-pusat kenikmatan pada otak-adalah bagian dari sistem limbus. Narkoba menghasilkan perasa “high” dengan mengubah susunan biokimia molekul pada sel otak yang disebut neiro-transmitter.

Yang terjadi pada adiksi adalah semacam pembelajaran sel-sel otak pada pusat kenikmatan (hipotalamus). Jika mengonsumsi narkoba, otak akan membaca tanggapan kita. Jika merasa nikmat, otak mengeluarkan neurotransmitter yang menyampaikan pesan “Zat ini berguna bagi mekanisme pertahanan tubuh. Jadi ulangi pemakaiannya.” Jika memakai narkoba lagi, kita kembali merasa nikmat, seolah-olah kebutuhan kita terpuaskan. Otak akan merekamnya sebagai suatu yang harus dicari sebagai prioritas. Akibatnya, otak membuat program salah, seolah-olah kita memang memerlukannya sebagai mekanisme pertahanan diri! Terjadi kecanduan.

Bergantung pada jenisnya, narkoba dapat menyebabkan:

a. Perubahan pada suasana hati (menenangkan, rileks, gembira, dan rasa bebas)

b. Perubahan pada pikiran (stress hilang dan meningkatnya khayal)

c. Perubahan pada perilaku (meningkatkan keakraban, menghambat nilai, dan lepas kendali)

Pengaruh narkoba terhadap perubahan suasana hati dan perilaku adalah sebagai berikut :

a. Bebas dari rasa kesepian

b. Bebas dari perasan negative lain

c. Kenikmatan semu

d. Pengendalian semu

e. Krisis yang menetap

f. Meningkatkan penampilan

g. Bebas dari perasaan waktu.


D. Alasan Memakai Narkoba

Banyak alasan mengapa narkoba disalahgunakan, diantaranya agar dapat diterima oleh lingkungan, mengurangi stres, mengurangi kecemasan, agar bebas dari rasa murung, mengurangi keletihan, kejenuhan, atau kebosanan, untuk mengatasi masalah pribadi, dll.

Perasaan yang dihasilkan oleh narkoba itulah yang mula-mula dicari pemakai, namun setelah beberapa kali pemakaian mereka mulai merasakan akibat buruk, tetapi sudah terlambat, karena mereka telah mengalami kecanduan dan ketergantungan sehingga sulit untuk dihentikan.

Alasan memakai narkoba dapat dikelompokkan sebagai berikut:

1. Anticipatory beliefs, yaitu anggapan bahwa jika memakai narkoba, orang akan menilai dirinya hebat, dewasa, mengikuti mode, dsb.

2. Relieving beliefs, yaitu keyakinan bahwa narkoba dapat digunakan untuk mengatasi ketegangan, cemas, dan depresi akibat stresor psikososial

3. Facilitative beliefs, yaitu keyakinan bahwa penggunaan narkoba merupakan gaya hidup atau kebiasaan karena pengaruh zaman atau perubahan nilai sehingga dapat diterima.

Tetapi umumnya, remaja menggunakan narkoba karena ditawarkan oleh seseorang atau sekelompok teman sebaya agar mau mencoba. Penawaran terjadi pada situasi santai pada kehidupan sehar-hari: di kantin sekolah, di pulang dari sekolah, di jalan, di restoran, mal, rumah teman, bahkan dengan sengaja dicampurkan dalam jajanan yang ditawarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, anak dan remaja perlu meningkatkan kewaspadaan mengenai berbagai situasi penawaran.

E. Pola Pemakaian Narkoba

Ada beberapa pola pemakaian narkoba sbb:

1. Pola coba-coba;

2. Pola pemakaian sosial;

3. Pola pemakaian situasional

4. Pola habituasi (kebiasaan)

5. Pola ketergantungan (kompulsif)

Proses seseorang menjadi ketergantungan dapat digambarkan seperti orang yang menembus tembok. Pada tahap pemakaian ia masih dapat menghentikannya. Jika telah terjadi ketergantungan, ia sulit kembali ke pemakaiaan sosial, betapapun ia berusaha, kecuali menghentikan sama sekali pemakaiannya (abstinensia).

F. Akibat Penyalahgunaan Narkoba

1. Bagi Diri Sendiri

a. Terganggunya fungsi otak dan perkembangan normal remaja

b. Intoksikasi (keracunan), sering disebut pedauw, fly, mabuk, teler, high, dsb.

c. Overdosis (OD)

d. Gejala putus zat, sering disebut dengan sakauw (sakit akibat putaw)

e. Berulang kali kambuh

f. Gangguan perilaku/mental sosial

g. Gangguan kesehatan, kerusakan/gangguan fungsi organ tubuh (hati, jantung, paru, dll), infeksi hepatitis B/C (80%), HIV/AIDS (40-50%), dsb.

h. Kendornya nilai-nilai (kendornya norma agama, perilaku sek bebas, dsb)

i. Keuangan dan hukum

2. Bagi Keluarga

a. Suasana hidup nyaman menjadi terganggu. Keluarga resah karena barang-barang berharga di rumah hilang, anak berbohong, mencuri, menipu, bersikap kasar, acuh tak acuh dengan urusan keluarga, tidak bertanggung jawab, hidup semaunya, dan asosial.

b. Orang tua malu karena memiliki anak pecandu, merasa bersalah, tetapi juga sedih dan marah sehingga perilaku ikut berubah dan fungsi keluarga terganggu.

c. Orang tua putus asa karena masa depan anak tidak jelas, anak putus sekolah/menganggur karena dikeluarkan dari sekolah, stres meningkat, dan membuat ekonomi keluarga morat-marit.


3. Bagi Sekolah

a. Narkoba merusak disiplin dan motivasi yang sangat penting bagi proses belajar, prestasi belajar turun drastis, siswa menjadi nakal, sering membolos dan akhirnya putus sekolah.

b. Penyalahgunaan narkoba berhubungan dengan kejahatan dan perilaku asosial yg mengganggu ketertiban & keamanan sekolah.

c. Cenderung meningkatkan perkelahian pelajar, perusakan barang-barang milik sekolah, pencurian barang teman/karyawan sekolah.

d. Mencemarkan nama baik sekolah

4. Bagi Masyarakat, Bangsa, dan Negara

a. Mafia perdagangan gelap selalu berusaha memasok narkoba. Terjalin hubungan antara pengedar/bandar dan korban sehingga tercipta pasar gelap yang sulit diputus mata rantai peredarannya.

b. Masyarakat yang rawan narkoba tidak memiliki daya tahan, sehingga kesinambungan pembangunan terancam.

c. Negara menderita kerugian karena masyarakatnya tidak produktif dan tingkat kejahatan meningkat, belum lagi sarana dan prasarana yang harus disediakan untuk mengobati korban narkoba.

Posted on 2 Maret 2008, in Remaja & Permasalahannya. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. gimana penanggulanggannya secara medis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: