Menghadapi Manusia yang Berbeda-beda


Nabi Muhammad saw sedang mengerjakan shalat sunnah dua rakaat. Ketika ia sedang sujud, cucunya yang masih kecil, Hasan, menaiki punggungnya dan bermain kuda-kudaan di atasnya sambil memukul-mukul tubuhnya seperti memacu kuda biar larinya cepat.

Nabi sudah cukup lama di dalam sujud, tapi ia memperpanjang sujudnya sembari menunggu cucunya puas bermain kuda-kudaan. Tatkala Hasan baru saja turun dan Nabi hendak bangun dari sujud, Husain, adik Hasan, tidak mau kalah dari abangnya. Ia pun segera melompat menduduki punggung Nabi dan bermain-main kuda-kudaan meniru Hasan. Nabi menunggu dulu hingga Husain turun dari punggungnya, barulah ia duduk tasyahud.

Pada saat yang lain Nabi sedang membaca khutbah Jum’at di mimbar. Kedua cucunya yang ikut shalat di masjid tiba-tiba menangis. Nabi turun dari mimbar di tengah-tengah khutbahnya, mendatangi Hasan dan Husain, dan membujuk mereka supaya diam melalui isyarat dan sikap kasih sayangnya.

Sesudah kedua cucu itu tenang kembali, barulah Nabi naik lagi ke mimbar dan melanjutkan khutbahnya sampai selesai. Ia selalu membaca khutbah lebih pendek dibandingkan sembahyangnya.

Pada hari yang lain Nabi berjumpa dengan seorang Badui gunung. Orang A’rabi hitam itu mengaku sudah memeluk agama Islam, dan sudah mengerjakan ibadah.

Nabi bertanya, “Jadi Engkau beriman bahwa tidak ada Tuhan selain Allah?”

“Saya percaya,” jawab Badui.

“Kamu tahu, di manakah Allah bertempat tinggal?” tanya Nabi menguji.

“Tahu,” sahut Badui tegas.

“Di mana?”

“Di sana, di puncak gunung,” ujar Badui tanpa ragu-ragu.

Nabi diam dan menghormati orang Badui itu baik-baik tanpa menyanggah sepatah pun ucapannya tadi. Sebab, menurut hemat Nabi, baru sebatas itulah tingkat kemampuan akal Badui kampung tersebut.

Manakala Mekkah sudah ditaklukkan dan orang-orang Quraisy ketakutan, Nabi beserta sepuluh ribu sahabatnya memasuki kota suci itu dengan damai; toh orang-orang musyrik tidak ada yang menampakkan hidung. Di antara yang paling terpukul adalah keluarga Abu Sufyan, selaku pemimpin besar kaum kafir dan bangsawan yang dihormati. Ia biasa disanjung-sanjung dan dielu-elukan sebagai pahlawan yang gagah berani. Hari itu hancurlah semua nama besarnya, bila ia harus takluk sebagai pecundang.

Untung Nabi cepat tanggap dan bijaksana. Ia segera mengeluarkan pengumuman ditujukan kepada segenap penduduk Mekkah. Isi pengumuman itu antara lain:

“Barangsiapa masuk ke dalam Masjidil Haram, dia akan dilindungi. Barangsiapa masuk ke dalam rumah Abu Sufyan, dia akan dilindungi.

Betapa bangganya Abu Sufyan mendengar pengumuman itu. Berarti rumahnya bagaikan disamakan kedudukannya dengan Masjidil Haram. Oleh sebab itu, ia tidak kehilangan muka ketika kemudian memeluk agama Islam. Apalagi anaknya, yang juga akhirnya masuk Islam, Muawiyah bin Abu Sufyan, beberapa waktu setelah itu diangkat menjadi salah seorang pencatat wahyu oleh Nabi saw.

Sejak saat itu orang-orang musyrik berduyun-duyun menyatakan keislaman mereka. Tetapi ada seorang panglima Quraisy yang hingga beberapa lama tidak mau menjadi muslim. Ketika ditanya oleh Nabi, orang itu, Sofwan bin Umayyah, berkata, “Berilah saya waktu seminggu untuk berpikir, apakah mau masuk Islam atau tidak.”

Nabi menjawab, “Jangan seminggu.”

Sofwan terkejut, “Apakah seminggu terlalu lama?”

“Tidak,” jawab Nabi. “Terlalu singkat. Kuberi engkau waktu selama dua bulan, apakah akan bersyahadat atau tidak. Pikirkanlah dengan leluasa dan luas. Sebab agama Islam adalah agama bagi orang-orang yang berakal dan menggunakannya untuk berpikir. Tidak ada agama bagi orang yang tidak memiliki akal.”

 

Sumber: Arroisi, Abdurrahman, KH. 2005. 30 Kisah Teladan Jilid 2. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

 

Iklan

Posted on 30 Desember 2016, in Kisah Teladan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: